Sabtu, 10 Desember 2016

Respiratory Distress Syndrome ( RDS )



Respiratory Distress Syndrom

A.    DEFINISI
Respiratory Distress Syndrome ( RDS ) adalahperkembangan yang immaturpadasistempernafasanatautidakadekuatnyajumlahsurfaktandalamparu. RDS dikatakansebagaihyaline membran disease ( HMD ). (Suriadi, 2001).
RDS (Respiratori Distress Syndrom) adalahgangguanpernafasan yang seringterjadipadabayi premature dengantanda-tandatakipnue (>60 x/mnt), retraksi dada, sianosispadaudarakamar, yang menetapataumemburukpada 48-96 jam kehidupandengan x-ray thorak yang spesifik.Tanda-tandakliniksesuaidenganbesarnyabayi, beratpenyakit, adanyainfeksidanadatidaknya shunting darahmelalui PDA (Stark,2000)
Sindromdistrespernafasanadalahperkembangan yang imaturpadasistempernafasanatautidakadekuatnyajumlahsurfaktandalamparu.RDS dikatakansebagai Hyaline Membrane Disesae (SuryadidanYuliani, 2001).
       

B.     ETIOLOGI
Dihubungkandenganusiakehamilan, semakinmudaseorangbayi, semakintinggiResiko RDS sehinggamenjadikanperkembangan yang immaturpadasistempernafasanatautidakadekuatnyajumlahsurfaktandalamparu.
RDS terdapatdua kali lebihbanyakpadalaki-lakidaripadaperempuan, insidensmeningkatpadabayidenganfaktor –faktortertentu, misalnya: ibu diabetes yang melahirkanbayikurangdari 38 minggu, hipoksia perinatal, lahirmelaluiseksiosesaria.

C.    TANDA DAN GEJALA
1.      Takipneu
2.      Retraksiinterkostaldan sternal
3.      Pernafasancupinghidung 
4.      Sianosissejalandenganhipoksemia
5.      Menurunyadaya compliance paru (nafasungkang- ungkitparadoksal )
6.      Hipotensisistemik (pucatperifer, edema, pengisiankapilertertundalebihdari 3 sampai 4 detik )
7.      Penurunankeluaran urine
8.      Penurunansuaranafasdenganronkhi
9.      Takhikardi pada saat terjadinya asidosis dan hipoksemia.

D.    PATHOFISIOLOGI
Pada bayi dengan RDS, dimana tidak  adanya kemampuan paru untuk mengembang dan alveoli terbuka. RDS pada bayi yang belum matur menyebabkan gagal pernafasan karena immaturnya dinding dada, parenchimparu, dan immaturnya endotellium kapiler yang menyebabkan kolaps paru pada akhir ekspirasi.
Pada kasus yang terjadi akibat tidak adanya atau kurangnya, atau berubahnya komponen surfaktan pulmoner. Surfaktan suatu kompleks lipoprotein, adalah bagian dari permukaan mirip film yang ada di alveoli, untuk mencegahnya kolapsnya alveolus tersebut. surfaktan dihasilkan oleh sel-sel pernafasan tipe II di alveoli. Bila surfakatan tersebut tidak adekuat, akan terjadi kolaps alveolus dan mengakibatkan hipoksia dan retensi CO2 mengakibatkan asidosis Kemudian terjadi konstriksi vaskuler pulmoner dan penurunan perfusi pilmoner, yang berakhir sebagai gagal nafas progresif, terjadi hipoksemia progresif yang dapat menyebabkan kematian. ( Nelson,2000).

E.     KOMPLIKASI
1.   Pneumothorak
2.   Pneumomediastinum
3.   Hipotensi
4.   Menurunyapengeluaran urine
5.   Asidosis
6.   Hiponatremi
7.   Hipernatremi
8.   Hipokalemi
9.   Disseminated intravaskuler coagulation ( DIC )
10.  Kejang
11.  Intraventricularhemorhagi
12.  Infeksisekunder.
13.  Murmur

F.     PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1.      Fotothoraks
a.       Polaretikulogranulardifusbersamabronkhogramudara yang salingtumpahtindih.
b.      Tandaparusentralbatasjantungsukardilihat, inflasiparuburuk.
c.       Kemungkinanterdapatkardiomegalibilasistem lain jugaterkena (bayidariibu diabetes, hipoksia, gagaljantungkongestif )
d.      Bayangantimus yang besar.
e. Bergranulmeratapadabronkhogramudara, yang menandakanpenyakitberatjikaterdapatpadabeberapa jam pertama.
2.      Gas DarahArterimenunjukanasidosisrespiratory danmetabolikyaituadanyapenurunan pH, penurunan PaO2, danpeningkatan paCO2, penurunan HCO3.
3.      Hitungdarahlengkap,
4.      PerubahanElektrolit, cenderungterjadipenurunankadar: kalsium, natrium, kaliumdanglukosa serum

G.    PENATALAKSANAAN
1.      Memberikanlingkunganyang  optimal.Suhutubuhharusselaludiusahakan agar tetapdalambatas normal ( 36,50-370C )  dengancarameletakkanbayidalaminkubator. Kelembapanruanganjugaharusadekuat( 70-80%)
2.      Pemberianoksigen .
Pemberianoksigenharushati-hatikarenaberpengaruhkompleksterhadapbayiprematur.Untukmencegahtimbulnyakomplikasitersebutpemberian O2 sebaiknyadiikutidenganpemeriksaananalisa gas darah.
RumatanPaO2 antara 50-80mmHg dan PaCO2 antara 40 dan 50 mmHg, denganrumatan O2 2L.
3.      Pemberiancairandanelektrolit.
Padapermulaandiberikanglukose 5-10% 60-125 ml/kgBB/hari. Asidosis yang selaludijumpai
Harussegeradikoreksidengan NaHCO3 secaraintravena, denganrumuspemberian : NaHCO3( mEq ) =Defisitbasa X 0.3 X BB bayi.
4.      Pemberian antibiotik, untuk mnecegah infeksi sekunder. Dapat diberikan penissilin dengan  dosis  50000-100000 U/kgBB/hari dengan atau tanpa gentamicin3-5/kgBB/hari.
5.      Kemajuan terakhir dalam pengobatan pasien PMH adalah pemberian surfaktan eksogen melalui endotrakheal tube. Obatinisangatefektif.























H.    PATHWAY

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6piCOMXj1shMZ4gVBYXYNs1f7WgDEvigACr7KQhIMvWb3rbMkqi9UEfYbwSZ27eaQSGvxS8Vw7Je0fhnBqC1tH6lydywDYwfTA3kkgpz07YUQwOv_S6jrUa31yvAAPUYCVM6EKV-rCd0/s1600/RDS.png










I.       FOKUS PENGKAJIAN
Pengkajian
a.       Pemeriksaan fisik
1.      Padapemeriksaanfisikakanditemukantakhipneu (> 60 kali/menit), pernafasanmendengkur, retraksisubkostal/interkostal, pernafasancupinghidung, sianosisdanpucat, hipotonus, apneu, gerakantubuhberirama, sulitbernafasdansentakandagu. Padaawalnyasuaranafasmungkin normal kemudiandenganmenurunnyapertukaranudara, nafasmenjadiparaudanpernapasandalam.
2.      Pengkajianfisikpadabayidananakdengankegawatanpernafasandapatdilihatdaripenilaianfungsirespirasidanpenilaianfungsikardiovaskuler. Penilaianfungsirespirasimeliputi:
a)      Frekuensinafas
Takhipneuadalahmanifestasiawal distress pernafasanpadabayi.Takhipneutanpatandalainberupa distress pernafasanmerupakanusahakompensasiterhadapterjadinyaasidosismetaboliksepertipadasyok, diare, dehidrasi, ketoasidosis, diabetikum, keracunansalisilat, daninsufisiensiginjalkronik. Frekuensinafas yang sangatlambatdaniregulerseringterjadipadahipotermi, kelelahandandepresi SSP yang merupakantandamemburuknyakeadaanklinik.
b)      Mekanikausahapernafasan
Meningkatnyausahanafasditandaidenganrespirasicupinghidung, retraksidinding dada, yang seringdijumpaipadaobtruksijalannafasdanpenyakit alveolar. Anggukankepalakeatas, merintih, stridor danekspansimemanjangmenandakanterjadigangguanmekanikusahapernafasan.
c)      Warnakulit/membranmukosa
Padakeadaanperfusidanhipoksemia, warnakulittubuhterlihatberbercak(mottled), tangandan kaki terlihatkelabu, pucatdanterabadingin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar