Sabtu, 10 Desember 2016

RENPRA THALASEMIA



ANALISA DATA KEPERAWATAN
NO
Data
Problem
Etiologi
Paraf
1
S :
ibu pasien mengatakan anaknya mempunyai riwayat thalasemia
ibu pasien mengatakan anaknya setiap bulan tranfusi
O :
An. S tampak lemah
Terlihat pucat
Wajah mongoloid
Sclera ikterik
Conjunctiva anemis
Mucosa bibir pucat kehitaman
Perut buncit
LP : 51 cm
Splenomegali (+)
Hepetomegali +)
Kulit berwarna keabuan
HB : 5,6 g/dl
Golda –A-
Leukosit : 5.93 /ul
Trombosit 100.000 /ul
Hematokrit : 16,2
Ketidakefetifan perfusi jaringan
Berkurangnya komponen seluler yang menghantarkan oksigen / nutrisi



2
S :
Ibu pasien mengatakan anaknya 2 hari kurang nafsu makan
Ibu pasien mengatakan anaknya makan hanya 3-4 sdm
Ibu pasien mengatakan anaknya makan nasi sama telor

O :
BB skrg 15 kg
Turgor kendor
Mukosa bibir kering                                                                 
Terlihat porsi yang dimakan hanya 3 sampai 4 sendok makan.
Lingkar lengan atas : 14 cm
Panjang badan 100 cm
Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
Anoreksia

3
S :
Ibu pasien mengatakan anaknya hanya tiduran
O :
Tampak lemah
An. S terlihat tiduran
Tensi 90/60 mmhg
Nadi 70 kali per menit
RR : 22 kali per menit
Suhu : 36 c
Intoleransi aktivitas
Tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai oksigen








INTERVENSI KEPERAWATAN

No.
Tgl / jam
Diagnosa Keperawatan
NOC
NIC
Paraf / nama
1.
Kamis
22 april 2016
Jam 14.00 WIB
Ketidakefektifan perfusi jaringan b.d berkurangnya komponen seluler yang menghantarkan oksigen/nutrisi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam,  perfusi jaringan efektif, yang dibuktikan dengan indikator sbb:
·         Tanda vital dalam batas normal
·         warna kulit tdak pucat
·         sclera tidak ikterik
·         conjunctiva tidak anemis
·         bibir tidak kering
·         ekstremitas hangat
·         HB normal 12-16 gr%
  1. Monitor tekanan darah , nadi, suhu dan RR tiap 6 jam atau sesuai indikasi
  2. Monitor suhu, warna dan kelembaban kulit.
  3. Persiapkan pemberian transfusi ( seperti mengecek darah dengan identitas pasien, menyiapkan terpasangnya alat transfusi)
  4. Awasi pemberian komponen darah/transfusi
  5. Awasi respon klien selama pemberian komponen  darah
  6. Monitor hasil laboratorium


2.
Kamis
22 april 2016
Jam 14.00 WIB
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d anoreksia
Setelah dilakukan  tindakan keperawatan selama 3x24 jam, kebutuhan nutrisi terpenuhi, dengan indicator sbb :
  • Menunjukkan adanya peningkatan berat badan
  • Nafsu makan anak meningkat
  • Anak mengkonsumsi jumlah makanan yang di sajikan Rumah Sakit
  1. Monitor berat badan tiap hari
  2. Monitor intake nutrisi untuk meyakinkan sumber energi yang cukup
  3. Tanyakan pada pasien tentang alergi tehadap makanan
  4. Tanyakan makanan kesukaan pasien
  5. Sajikan diit dalam kedaan hangat
  6. Kolaborasi dengan ahli gizi tentang jumlah kalori dan tipe nutrisi yang di butuhkan

3.
Kamis 22 april 2016
Jam 14.00 WIB
Intoleransi aktifitas b.d tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai oksigen
Setelah di berikan asuhan keperawatan selama 3×24 jam pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan indicator sbb :
  • Klien dapat melakukan aktifitas yang dianjurkan
  • mempertahankan tekanan darah, nadi, dan frekuensi pernafasan dalam rentang normal

  1. Tentukan keterbatasan aktifitas fisik pasien
  2. Kaji persepsi pasien tentang penyebab kelelahan yang dialaminya
  3. Dorong pengungkapan peraaan klien tentang adanya kelemahan fisik
  4. Monitor respon kardiopulmonari terhadap aktifitas (seperti takikardi, dispnea, disritmia, diaporesis, frekuensi pernafasan, warna kulit, tekanan darah)
  5. Monitor pola dan kuantitas tidur
  6. Bantu pasien menjadwalkan istirahat dan aktifitas
  7. Ajari pasien untuk mengenali  tanda dan gejala kelelahan sehingga dapat mengurangi aktifitasnya.

















Hari / Tgl / Jam
No DP
Implementasi
Evaluasi
Formatif
Evaluasi
SOAP
Paraf
Kamis
21-04-2016
Jam 15.00

 1
  1. Melakukan pengukuran tekanan darah, nadi, suhu, dan RR tiap 6 jam / Sesuai indikasi
  2. Memonitor warna dan kelembaban kulit.
  3. Mempersiapkan pemberian transfusi ( seperti mengecek darah dengan identitas pasien, menyiapkan terpasangnya alat transfusi)
  4. Mengawasi pemberian komponen darah/transfusi
  5. Awasi respon klien selama pemberian komponen  darah
  6. Monitor hasil laboratorium
Jam 16.00 WIB
1.       Tensi 90/60 mmhg
Nadi : 70 kali per menit
RR 25 klai permenit
Suhu : 36
2.       Kulit tampak pucat dan kering
3.       Memberikan tranfusi PRC 200cc
4.       Transfusi PRC masuk 16 tetes per menit
5.       Tidak terjadi reaksi alergi
6.       Hb : 5.6 gr%
7.       Saat dilakuakan tindakan ibu & an. MS kooperatif
Jam 19.00 WIB
S :
O :
  • Tensi 90/60 mmhg
  • Nadi : 75 kali per menit
  • RR 25 klai permenit
  • Suhu : 36
  • Kulit masih tampak pucat dan kering
  • Transfusi PRC masuk 16 tetes per menit
  • Tidak terjadi reaksi alergi
  • Hb : 5.6 gr%
A : masalah ketidakefektifan perfusi jaringan b.d berkurangnya komponen seluler yang menghantarkan oksigen/nutrisi belum teratasi
P : Pertahakan intervensi 1,2,3,5,6








Hari / Tgl / Jam
No DP
Implementasi
Evaluasi
Formatif
Evaluasi
SOAP
Paraf
Jumat
22-04-2016
Jam 14.00 WIB
1
  1. Melakukan pengukuran tekanan darah, nadi, suhu, dan RR tiap 6 jam / Sesuai indikasi
  2. Memonitor warna dan kelembaban kulit.
  3. Mempersiapkan pemberian transfusi ( seperti mengecek darah dengan identitas pasien, menyiapkan terpasangnya alat transfusi)
  4. Mengawasi pemberian komponen darah/transfusi
  5. Awasi respon klien selama pemberian komponen  darah
  6. Monitor hasil laboratorium


Jam 15.00 WIB
  1. Tensi : 100/70
RR: 25 kali permenit
Suhu : 36,5
Nadi :  80 kali permenit
  1. Kulit masih tampak pucat
  2. Transfuse PRC kolf yang ke-2 200cc masuk
  3. Transfuse PRC masuk 16 tetes/menit
  4. Tidak terjadi reaksi alergi
  5. Post tranfusi 1 kolf Hb : 8.5 g/dl
  6. Saat dilakukan tindakan ibu & an. MS koopeatif
Jam : 19.00 WIB
S :
O ;
  • Tensi : 100/70
  • RR: 25 kali/menit
  • Suhu : 36,8
Nadi : 85 kali/menit
  • Kulit masih tampak pucat
  • Transfusi PRC kolf yang ke-2 200cc
  • Transfus PRC masuk 16 tetes/menit
  • Tidak terjadi reaksi alergi
  • Post tranfusi 1 kolf Hb : 8.5 g/dl

A : Masalah masalah ketidakefektifan perfusi jaringan b.d berkurangnya komponen seluler yang menghantarkan oksigen/nutrisi belum teratasi
P : pertahankan intervensi 1,2,3,4,5,6,

































Hari / Tgl / Jam
No DP
Implementasi
Evaluasi
Formatif
Evaluasi
SOAP
Paraf
Sabtu
23-04-2016
Jam 14.00 WIB
1
  1. Melakukan pengukuran tekanan darah, nadi, suhu, dan RR tiap 6 jam / Sesuai indikasi
  2. Memonitor warna dan kelembaban kulit.
  3. Mempersiapkan pemberian transfusi ( seperti mengecek darah dengan identitas pasien, menyiapkan terpasangnya alat transfusi)
  4. Mengwasi pemberian komponen darah/transfusi
  5. Mengawasi respon klien selama pemberian komponen  darah
  6. Monitor hasil laboratorium
Jam 15.00 WIB
  1. Tensi : 110/80
  2. RR : 28 x menit
  3. Suhu : 37c
  4. Nadi : 96 x/menit
  5. Kulit sudah tidak pucat
  6. Transfusi PRC 2 kolf sudah masuk semua
  7. Hb terakhir : 12,3 g/dl
  8. Saat dilakukan tindakan ibu dan anak kooperatif
Jam 16.00 WIB
S :
O :
  • Tensi : 110/80
  • RR : 28 x/ menit
  • Suhu : 37c
  • Nadi : 96 x/menit
  • Kulit sudah tidak pucat
  • Transfusi PRC 2 kolf sudah masuk semua
  • Hb terakhir : 12,3 g/dl

A : Masalah Ketidakefektifan perfusi jaringan b.d berkurangnya komponen seluler yang menghantarkan oksigen/nutrisi sudah teratasi
P : monitor masalah perfusi jaringan















Hari / Tgl / Jam
No DP
Implementasi
Evaluasi
Formatif
Evaluasi
SOAP
Paraf
Kamis
21-04-2016
Jam 14.00
2
1.       Monitor berat badan tiap hari
  1. Monitor intake nutrisi untuk meyakinkan sumber energi yang cukup
  2. Tanyakan pada pasien tentang alergi tehadap makanan
  3. Tanyakan makanan kesukaan pasien
  4. Sajikan diit dalam kedaan hangat
6.       Kolaborasi dengan ahli gizi tentang jumlah kalori dan tipe nutrisi yang di butuhkan.
Jam 15.00 WIB
1.       BB : 15 kg
2.       Menu habis  3-4 sendok makan
3.       An. MS tidak memiliki riwayat alergi terhadap makanan.
4.       Makanan kesukaan An. Ms suka sup kambing dan telor mata sapi
5.       Menu tersaji   hangat
6.       Diit TKTP
Jam 19.00 WIB
S :
o    ibu pasien mengatakan an.MS hanya makan 3-4 sendok makan
o    Ibu pasien mengatakan klo anaknya sudah mulai mau makan cemilan
O :
  • BB : 15 kg
  • Menu habis  3-4 sendok makan
  • An. MS tidak memiliki riwayat alergi terhadap makanan.
  • Makanan kesukaan An. Ms suka sup kambing dan telor mata sapi
  • Menu tersaji   hangat
  • Diit TKTP
A : masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh belum teratasi
P : lanjutkan intervensi 1.2.5



Hari / Tgl / Jam
No DP
Implementasi
Evaluasi
Formatif
Evaluasi
SOAP
Paraf
Jum’at
22/04/16
Jam 14.00 WIB
2
1.       Monitor berat badan tiap hari
2.       Monitor intake nutrisi untuk meyakinkan sumber energi yang cukup
3.       Sajikan diit dalam kedaan hangat

Jam 14.00 WIB
1.       BB : 15 kg
2.       Menu habis setengah porsi
3.       Menu tersaji hangat
Jam 19.00 WIB
S :
o    ibu pasien mengatakan kalau an. MS mulai pagi mau menghabiskan menu dalam ½ porsi
o    ibu pasien mengatakan kalau anaknya sudah banyak makan cemilan biscuit / buah
O :
  • BB : 15, 2 kg
  • Menu habis setengah porsi
  • Menu tersaji hangat
  • Turgor kembali kurang dari 2 detik
  • Membrane mukosa mulai agak lembat
A : masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh belum teratasi



Hari / Tgl / Jam
No DP
Implementasi
Evaluasi
Formatif
Evaluasi
SOAP
Paraf
Sabtu
22/04/16
Jam 14.00 WIB
2
1.       Monitor berat badan tiap hari
2.       Monitor intake nutrisi untuk meyakinkan sumber energi yang cukup
3.       Sajikan diit dalam kedaan hangat

Jam 14.30 WIB
1.       Bb : 15.5 kg
2.       Menu habis 1 porsi
3.       Menu tersaji hangat
Jam 16.00 WIB
S : ibu pasien mengatakan kalau an. MS mau makan dan banyak ngemil
O :
  • Bb : 15.5 kg
  • Menu habis 1 porsi
  • Menu tersaji hangat
  • Anak terlihat lagi makan snack yang di sajikan dri rumah sakit
  • Mukosa bibir lembab
  • An. MS tampak segar
A :
o    masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh sudah teratasi
  • Ibu pasien mengatakan anaknya sudah boleh pulang
P : : pertahankan intervensi









Hari / Tgl / Jam
No DP
Implementasi
Evaluasi
Formatif
Evaluasi
SOAP
Paraf
Kamis
21/04/16
Jam 15.00 WIB
3
  1. Menentukan keterbatasan aktifitas fisik pasien
  2. Mengkaji persepsi pasien tentang penyebab kelelahan yang dialaminya
  3. Dorong pengungkapan perasaan klien tentang adanya kelemahan fisik
  4. Monitor respon kardiopulmonari terhadap aktifitas (seperti takikardi, dispnea, disritmia, diaporesis, frekuensi pernafasan, warna kulit, tekanan darah)
  5. Monitor pola dan kuantitas tidur
  6. Bantu pasien menjadwalkan istirahat dan aktifitas
  7. Ajari pasien untuk mengenali  tanda dan gejala kelelahan sehingga dapat mengurangi aktifitasnya
Jam 16.00 WIB
1.       An. MS bila main terlalu lama kecapaian
2.       Karna masih sakit belum bisa bermain terlalu lama
3.       Pasien mengatakan sejak sakit belum bisa beraktifitas seperti biasa.
4.       Tensi 90 /60 g/dl
RR 25 kali permerni
Nadi 70 kali permenit
Suhu 36
Warna kulit pucat
Tidak mengalami sesak nafas
  1. Tidur sering terbangun karena ruang rawat terlalu ramai
  2. tidur siang untuk pasien terjadwal
  3. Saat terlihat lelah An. MS istirahat
Jam 19.00 WIB
S :
  • Ibu pasien mengatakan An. MS bila main terlalu lama kecapaian
  • Ibu pasien mengatakan Karna masih sakit belum bisa bermain terlalu lama
  • Ibu pasien mengatakan Pasien mengatakan sejak sakit belum bisa beraktifitas seperti biasa.
  • Ibu pasien mengatakan Tidur sering terbangun karena ruang rawat terlalu ramai
O :
  • Tensi 90 /60 g/dl
  • RR 25 kali permerni
  • Nadi 70 kali permenit
  • Suhu 36
  • Warna kulit pucat
  • HB 5,6 gr/dl
  • Tidak mengalami sesak nafas
  • Saat terlihat lelah An. MS istirahat
A ;
Masalah intoleransi aktifitas b.d tidak seimbangnya kebutuhan dan suplai oksigen belum teratasi
P:
Pertahankan inervensi no  3,4,5 & 6
















Hari / Tgl / Jam
No DP
Implementasi
Evaluasi
Formatif
Evaluasi
SOAP
Paraf
Jum’at,
22/04/16
Jam 15.00 WIB
3
  1. Dorong pengungkapan peraaan klien tentang adanya kelemahan fisik
  2. Monitor respon kardiopulmonari terhadap aktifitas (seperti takikardi, dispnea, disritmia, diaporesis, frekuensi pernafasan, warna kulit, tekanan darah)
  3. Monitor pola dan kuantitas tidur
  4. Bantu pasien menjadwalkan istirahat dan aktifitas

Jam 16.00 WIB
1.       Pasien mulai mengerti kapan harus beristirahat
2.       Tensi 100/70 mm/hg
RR : 25 x/menit
Suhu : 36 c
Nadi : 80 x/menit
Kulit masih tampak pucat.
  1. An. MS kualitas tidurnya lebih baik karena mulai  bisa beradaptasi dengan lingkungan ruang rawat inap
  2. An. MS tidur siang jam 13.00 – 14.00 dan tidur malam 21.00 – 05.00

Jam 19.00 WIB
S :
  • Ibu pasien mengatakan  an. MS  mulai mengerti kapan harus beristirahat
  • Ibu pasien mengtakan An. MS kualitas tidurnya lebih baik karena mulai  bisa beradaptasi dengan lingkungan ruang rawat inap
O :                                     
  • Tensi 100/70 mm/hg
  • RR : 25 x/menit
  • Suhu : 36,8 c
  • Nadi : 85 x/menit
  • Kulit masih tampak pucat.
  • HB 8,5 g/%
  • An. MS tidur siang jam 13.00 – 14.00 dan tidur malam 21.00 – 05.00
A : masalah intoleransi aktifitas b.d tidak seimbangnya kebutuhan dengan suplai oksigen belum teratasi
P : pertahankan intervensi 1,2,3 & 4























Hari / Tgl / Jam
No DP
Implementasi
Evaluasi
foormatif
Evaluasi
SOAP
Paraf
Sabtu,
23/04/16
Jam 15.00 WIB
3
  1. Dorong pengungkapan peraaan klien tentang adanya kelemahan fisik
  2. Monitor respon kardiopulmonari terhadap aktifitas (seperti takikardi, dispnea, disritmia, diaporesis, frekuensi pernafasan, warna kulit, tekanan darah)
  3. Monitor pola dan kuantitas tidur
  4. Bantu pasien menjadwalkan istirahat dan aktifitas

Jam 15.00 WIB
1.       Pasien mulai mengerti kapan harus beristirahat
2.       Tensi 110/80 mm/hg
RR : 28 x/menit
Suhu : 37 c
Nadi : 96x/menit
Kulit tidak pucat.
3.       An. MS tidur nyenyak
4.       An. MS tidur siang jam 13.00 – 15.00 dan tidur malam 20.00 – 05.00
Jam 16.00 WIB
S :
  • Ibu pasien mengatakan  an. MS  mulai mengerti kapan harus beristirahat
  • Ibu pasien mengtakan An. MS kualitas tidurnya lebih baik karena mulai  bisa beradaptasi dengan lingkungan ruang rawat inap
  • Ibu pasien mengatakan an. MS sudah bisa tidur nyenyak
  • Ibu pasien mengatakan  An. MS  tidur malam 20.00 – 05.00
O :
  • Tensi 100/70 mm/hg
  • RR : 25 x/menit
  • Suhu : 37 c
  • Nadi : 96 x/menit
  • Kulit sudah tidak pucat
  • Hb terakhir : 12,3 g/dl
  • An. MS tidur siang jam 13.00 – 14.00
A : masalah intoleransi aktifitas b.d tidak seimbangnya kebutuhan dengan suplai oksigen belum teratasi
P : pertahankan intervensi 1,2,3 & 4


Tidak ada komentar:

Posting Komentar