ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI NY. T
DENGAN
BERAT BADAN LAHIR
RENDAH (BBLR)
DIRUANG PERINA RSUD KAB BREBES
Nama
Mahasiswa :
NIM :
Tempat Praktik/Ruang :
A. IDENTITAS
Nama Bayi : Bayi Ny. T
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal dirawat : 6-6-2016
Alamat :
Diagnose keperawatan : BBLR
Tanggal lahir/usia : 6-6-2016
Nama orangtua : Ayah : Tn. A Ibu : Ny.
W
Pendidikan : Ayah : SMP Ibu : SMP
Pekerjaan : Ayah : Tani Ibu : Ibu
rumah Tangga
Usia : Ayah : 30 tahun Ibu : 26
tahun
B. KELUHAN
UTAMA
Bayi baru lahir berat badan lahir rendah.
C. RIWAYAT
BAYI
Apgar score : 1”9 5”8
Usia Gestasi : ± 35 Minggu
Berat bayi lahir : 1500 gram
Panjang Badan : 40 cm
LILA & Lingkar
Kepala : 7,5 cm/30 cm
Usaha Nafas : Spontan
Pengeluaran
meconium dalam 24 jam : Ya
Urinasi
dalam 24 jam : Ya
Bayi
BB tidak stabil
Komplikasi
persalinan : Tidak ada
Obat-obatan
yang diberikan neonates : neo k 1 ampul/IM, gentamisin tts mata
D. RIWAYAT
IBU
1. Riwayat
Kehamilan(Prenatal)
Usia ibu saat hamil : 30 tahun
Usia Kehamilan : 35 minggu
GPA : G 2 P 1 A0
Frekuensi pemeriksaan
kehamilan : 5 kali, di Bidan
Keluhan
yang dialami saat hamil : mual, muntah, selama hamil ibu tidak minum
jamu, ibu hanya minum obat yang diberikan dari bidan.
Kebiasaan selama
hamil : ibu tak mempunyai kebiasaan sebelum hamil berat
badan ibu : 45 kg
Setelah hamil sampai
melahirkan BB ibu : 50 kg
Kenaikan berat badan
selama hamil : 5 kg
Imunisasi TT : 1 kali
Golongan Darah Ibu : O ayah : A
Komplikasi kehamilan : Tidak ada
2. Riwayat
Persalinan(Intra natal)
Jenis
persalinan : Normal
Lama
persalinan : ± 2 jam
Tempat
persalinan : Rumah sakit
Penolong
persalinan : Bidan
Penyulit
persalinan : tidak ada
3. Riwayat
Paska Persalinan(Post natal)
Cara
pemberian ASi : Terjadwal
Pemberian
susu formula tidak, karena setelah bayi lahir bayi segera di bawa ke ruang
peritonologi karena BBLR.
Setelah
di RS bayi diberikan susu formula sejumlah 20 cc/hari.
Cara
pemberian susunyaa : melalui OGT.
E. PENGKAJIAN
FISIK NEONATUS
1.
Keadaan Umum ; lemah, miring miring, gerak, nangis
2.
Kesadaran : Composmentis
3.
Tanda Vital : Nadi :138x/menit, Suhu : 36,4oC,
Rr: 45x/menit
|
Antropometri
|
Saat Lahir
|
Saat
ini/Pengkajian
|
|
Berat
Badan
|
1500
|
1500
|
|
Panjang
Badan
|
40
|
40
|
|
Lingkat
Kepala
|
30
|
30
|
4.
Pengkajian reflek primitif :
·
Moro : moro ada
ditandai dengan cara dikejutkan secara tiba-tiba dengan respn bayi terkejut
tapi lemah (sedikit merespon).
·
Menggenggam/garsp : reflex
genggam positif tetapi lemah, ditandai dengan respon bayi menggenggam telunjuk,
tetapi lemah.
·
Menghisap/suching : menghisap
lemah ditandai dengan bayi mengisap dot bayi masih lemah.
·
Rooting : rooting positif, ditandai dengan kepala bayi
mengikuti stimulus yang ditempelkan dan disentuh didaerah bibir bawah bayi.
·
Neck righting : reflek menoleh aktif
·
Babyskin : terlihat jari-jari dan telapak kaki bergerak
saat ada rangsangan aktif.
5.
Tonus/aktivitas
Pergerakan tangan
kanan dan kiri aktif
Tonus otot lemah
Pergerakan kaki kanan
dan kiri kuat
Tonus otot lemah
Bayi menangis lemah
:
6.
Kepala dan leher
a. Frontal
anterior : lunak
Frontal anterior
menutup saat usia 6-20 bulan.
b. Frontal
posterior : lunak
Frontal posterior
menutup saat usia 6-20 bulan.
c. Sutura
sagitalis : batas tegas
d. Gambaran
wajah : simetris
e. Kondisi
kepala setelah lahir : molding
f. Bentuk
kepala : macrocephaly
g. Leher : simetris
7.
Mata
a. Kondisi
mata : bersih
b. Bentuk
mata : simetris
c. Jarak
interkantus : normal
d. Sclera : anikterik
e. Konjungtiva : an-anemis
f. Strabismus : tidak ada
g. Katarak
kongenital : tidak ada
8.
Telinga dan hidung
a. Telinga : normal
b. Hidung : simetris
9.
Wajah
a. Bentuk
wajah : simetris
b. Tidak
ada bibir sumbing
10.
Abdomen
a. Palpasi
dan bentuk abdomen : lunak
b. Lingkar
perut : 28 cm
c. Liver : tidak teraba
d. Thoraks/dada
Pengembangan
dada : simetris
Irama
nafas : regular
Bunyi
nafas : vesikuler
Irama
jantung : regular
Pernafasan
: spontan
Alat
bantu nafas : nasal kanul
Konsentrasi
oksigen : low flow
Bunyi
jantung : normal sinus rhythm (NSR)
Denyut
nadi : 138
x/menit
11.
Ekstremitas
ü Gerakan
bebas
ü Ekstremitas
atas : normal menarik dengan kuat
ü Ekstremitas
bawah : normal menarik dengan kuat
ü Panggul : normal
12. Umbilicus : normal
13.
Genital : jenis kelamin laki-laki normal
14.
Anus : paten
15.
Spina : normal tidak ada kelainan
16.
Kulit
a.
Warna kulit : kemerahan
b.
Tanda lahir : tidak ada
c.
Tugor kulit : elastis
d.
Kondisi kulit : tidak ada edema, ada lanugo/bulu-bulu halus
17.
Suhu
a. Lingkungan : bayi dalam penghangat incubator
b. Suhu
kulit : 36,4oC
F. RIWAYAT
SOSIAL
1.
Struktur keluarga (genogram
3 generasi)
Keterangan :
: laki-laki
: perempuan
: pasien
: cerai
: meninggal laki-laki
: meninggal perempuan
:
hubungan perkawinan
: hubungan keturunaN
2.
Budaya
Ibu
mengatakan tidak menganut adat istiadat setempat seperti membawa gunting saat
hami, bawa bantal guling saat berpergian, meninggalkan barang dirumah sakit
agar tidak kembali lagi dirs..
3. Suku : Jawa agama : Islam bahasa
utama : Jawa
4. Masalah
social : kehidupan keluarga ibu hidup cukup dan sederhana makan seadanya.
5. Hubungan
orang tua dengan bayi
Ibunya
hanya dapat melihat bayi dalam incubator .
Ayahnya
juga hanya dapat melihat bayi dalam incubator.
Karena
bayi masih dalam perawatan
6. Orang
terdekat yang dapat dihubungi adalah ayahnya.
7.
Orang tua beresponterhadap
penyakit : tidak
8.
Orang tua berespon terhadap
hospitalisasi: ada respon yang diberikan, ayah, ibu, dan keluarga menanyakan
keadaan bayi dan kapan bayi dibawa pulang.
9.
Riwayat anak yang lain
|
Jenis
kelamin anak
|
Riwayat
persalinan
|
Riwayat
imunisasi
|
|
Laki-laki
|
Normal
|
Imunisasi lengkap
|
10. Lingkungan
rumah
Kondisi
lingkungan cukup bersih, aman, ventilasi cukup, ruangan terang, bangunan
permanen, lantai keramik.
G. KEADAAN
KESEHATAN SAAT INI
1. Tindakan
operasi : tidak
2. Status
nutrisi : diit ASI/PASI
3. Status
cairan : infus Dextrose 10%
4. Obat
therapy : Injeksi pycin 3x75 gram
5. Tindakan
keperawatan yang telah dilakukan
ü Oral
hygiene
ü Rawat
kebersihan mata
ü Pantau
vital sign,suhu, nadi,Rr
ü Pemberian
nutrisi 3 jam sekali
ü Minum
PASI 20 cc/3 jam
ü Pemberian
O2 low flow 0,5 liter/menit
6. Hasil
laboratorium
Tanggal
19 April 2016
|
Pemeriksaan
|
Hasil
|
Nilai rujukan
|
|
Hemoglobin
|
18,8 g/dl
|
15,2-23,6
|
|
Lekosit
|
16,4 10ˆ3/uL
|
13,0-38,0
|
|
Hematocrit
|
54,6
|
44-72
|
|
Trombosit
|
101 10ˆ3/uL
|
229-553
|
|
Eritrosit
|
52 10ˆ3/uL
|
4,3-6,3
|
|
RDW
|
19,9
|
11,5-14,5
|
|
MCV
|
104,6 U
|
98-122
|
|
MCH
|
36,0 pcg
|
33-41
|
|
MCHC
|
34,4 g/dl
|
31-35
|
|
Glukosa
sewaktu
|
72 mg/dl
|
70-140
|
|
CRP
|
Negative
|
Negative
|
7. Hasil
pemeriksaan diagnostic lain
Babygram
: bentuk dan letak jantung normal, pulmo tak tampak kelainan, abdomen
tak tampak kelainana.
H. PERKEMBANGAN
ü Menangis
bial tidak nyaman (+)
ü Membuat
suara tenggorokan yang paten(-)
ü Memandang
wajah dengan sungguh-sungguh (+)
ü Mengeluarkan
suara(+)
ü Berespon
secara berbeda terhadap byek yang berbeda(+)
ü Dapat
senyum(+)
ü Menggerakan
lengan dan tungkai sama mudahnya ketika terlentang(+)
ü Memberi
reaksi dengan melihat kearah sumber cahaya (+)
ü Mengoceh
dan memberi reaksi terhadap suara (+)
ü Membalas
senyuman (-)
I. ANALISA
DATA
|
DATA
YANG DIPEROLEH
(DATA
FOKUS)
|
PROBLEM
|
ETIOLOGI
|
|
Ds :
Do:
ü Keadaan
bayi terlihat lemah
ü Nadi
:138x/menit,
ü Suhu :
36,4 oC,
ü Rr:
45x/menit
ü Teraba
akral dingin
ü Lemak
subkutan kering
|
Hipotermi
|
Penurunan lemak tubuh
subkutan
|
|
Ds :
Do:
ü Bayi
terlihat menagis lemah
ü Tonus
otot lemah
ü Mukosa
bibir kering
ü Terlihat
reflek menelan lemah
ü BB :
1500 gram
ü TB : 40
cm
ü Hasil
cek GDS 72 mg/dl
ü Diit
ASI/PASI dengan OGT
|
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
|
Reflex mengisap
tidak adekuat
|
|
Ds :
Do :
ü Terlihat
kulit tipis dan transparan.
ü Terdapat
laguno banyak pada dahi, pelipis, telinga, dan lengan.
ü Terlihat
tulang rawan dan daun telinga imatur
ü Bayi
terlihat tampak kecil
|
Kerusakan integritas kulit
|
Imaturitas
|
J. PRIORITAS
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.
Hipotermi berhubungan dengan
Penurunan lemak tubuh subkutan.
2.
Ketidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuhberhubungan dengan Reflex mengisap tidak adekuat.
3.
Kerusakan integritas kulit
berhubungan dengan imaturnitas.
K. PERENCANAAN
|
Diagnosa
Keperawatan
|
Tujuan dan
Kriteria hasil
|
Intervensi
|
Paraf
|
|
Hipotermi
berhubungan dengan Penurunan lemak tubuh subkutan.
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2x24 jam diharapkan masalah hipotermi dapat teratasi
dengan kriteria hasil :
ü Badan
hangat
ü Suhu
normal ( 36,7oC-37 oC)
|
Pengaturan
suhu
1. Kaji
keadaan umum pasien
2. Observasi
Vital sign setiap 1 jam
3. Tempatkan
bayi di incubator
4. Pertahankan
suhu ruangan
5. Ajarkan
ibu pasien agar saat dirumah bayi dijaga kehangatannya.
6. Kolaborasi
pemberian antipiretik.
|
|
|
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuhberhubungan dengan Reflex mengisap tidak
adekuat.
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2x24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi tercukupi dengan
kriteria hasil :
ü Pasien
dapat minum ASI/PASI
ü Pasien
terlihat rileks
|
Nutrition Management
1. Kaji
pemberian ASI/PASI
2. Observasi
reflex rooting dan asupan dari pasien
3. Ukur
glukosa darah sewaktu
4. Pantau
tugor kulit
5. Ajarkan
ibu untuk meneteki bayinya.
6. Kolaborasi
dengan dokter pemberian cairan parenteral
|
|
|
Kerusakan
integritas kulit berhubungan dengan imaturnitas.
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3x24 jam diharapkan kerusakan kulit tidak terjadi kriteria
hasil :
ü Popok/pakaian
tidak dibiarkan lembab/basah
|
Wound care
1. Monitor
kondisi/perubahan yang terjadi pada pasien.
2. Ganti
popok setiap kali basah.
3. Lakukan
masase dengan lembut kulit yang sehat.
4. Ajarkan
ibu sebelu menyentuh anaknya cuci tangan
5. Kolaborasi
dengan dokter pemberian antibiotic.
|
|
L. PELAKSANAAN
|
NO
DX
|
Hari/Tgl/
Jam
|
Implementasi
|
Respon
|
Paraf
|
|
1
2
3
|
Senin
13/6/2016
14.00
14.10
14.15
14.20
14.25
14.30
14.35
14.40
|
1. Mengkaji
keadaan umum pasien
2. Mengobservasi
Vital sign setiap 1 jam
3. Menempatkan
bayi di incubator
1. Mengkaji
pemberian ASI/PASI
2. Mengobservasi
reflex rooting dan asupan dari pasien
3. Mengukur
glukosa darah sewaktu
2 mengganti popok
5. Memberikan
obat injeksi antibiotik
|
Ds :
Do :
Keadaan bayi
terlihat lemah
Ds :
Do :
ü Nadi
:144x/menit,
ü Suhu :
36,6 oC,
ü Rr:
50x/menit
Ds :
Do:
bayi terlihat masih di incubator
Ds :
Do :
ü Bayi terlihat
dilatih dot PASI diberi 3x20 cc/7 jam
Ds
:
Do
:
Terlihat
reflek menelan lemah
Ds
:
Do
: Hasil GDS:99 mg/dl
Ds
:
Do
:
Popok
terlihat penuh dengan BAB bayi distensi lembek, warna kuning jernih
Ds
:
Do
:
Obat
injeksi Pycin 75 gram
|
|
|
1
2
3
|
Selasa
14/6/2016
14.00
14.10
14.15
14.20
14.25
14.30
14.35
14.40
|
1. Mengkaji
keadaan umum pasien
2. Mengobservasi
Vital sign setiap 1 jam
3. Menempatkan
bayi di incubator
1. Mengkaji
pemberian ASI/PASI
2. Mengobservasi
reflex rooting dan asupan dari pasien
3. Mengukur
glukosa darah sewaktu
2 mengganti popok
5. Memberikan
obat injeksi antibiotik
|
Ds :menangis keras
Do :
Keadaan bayi
terlihat cukup
Ds :
Do :
ü Nadi
:135x/menit,
ü Suhu :
37oC,
ü Rr: 45 x/menit
Ds :
Do:
bayi terlihat masih di incubator
Ds :
Do :
ü Bayi
terlihat diberi PASI i 3x20 cc/7 jam
dengan dot
Ds
:
Do
:
Terlihat
reflek menelan lmulai kuat
Ds
:
Do
: Hasil GDS: 60 mg/dl
Ds
:
Do
:
Popok
sudah diganti dengan yang bersih, bayi terlihat wangi dan rapi.
Ds
:
Do
:
Obat injeksi Pycin
75 gram
|
|
M. EVALUASI
|
Hari/Tgl/Jam
|
Diagnosa Keperawatan
|
Evaluasi
|
paraf
|
|
Senin
13/6/2016
15.00
|
1
2
3
|
S : -
O :
ü Keadaan
bayi terlihat lemah
ü Nadi
:144x/menit,
ü Suhu :
36,6 oC,
ü Rr:
50x/menit
ü bayi
terlihat masih di incubator
A : Masalah teratasi sebagian
P
: pertahankan Intervensi 1,2,3
1. Kaji
keadaan umum pasien
2. Observasi
Vital sign setiap 1 jam
3. Tempatkan
bayi di incubator
S :
O :
ü Bayi
terlihat dilatih dot PASI diberi 3x20 cc/7 jam
ü Terlihat
reflek menelan lemah
ü Hasil
GDS:99 mg/dl
A :
Masalah teratasi sebagian
P :
pertahankan Intervensi 1,2 dan 3
1. Kaji
pemberian ASI/PASI
2. Observasi
reflex rooting dan asupan dari pasien
3. Ukur
glukosa darah sewaktu
S
:
O
:
ü Popok
terlihat penuh dengan BAB bayi distensi lembek, warna kuning jernih
ü Obat
injeksi Pycin 75 gram
A :
masalah teratasi sebagian
P :
Pertahankan Intervensi 2 dan 5
2.
Ganti popok setiap kali basah.
5.
Kolaborasi dengan dokter pemberian
antibiotic.
|
|
|
Selasa
14/6/2016
15.00
|
1
2
3
|
S : menangis keras
O :
ü Keadaan
bayi terlihat cukup
ü Nadi
:135x/menit,
ü Suhu :
37 oC,
ü Rr: 45 x/menit
ü bayi
terlihat masih di incubator
A
: Masalah teratasi sebagian
P
: pertahankan Intervensi 1,2,3
1. Kaji
keadaan umum pasien
2. Observasi
Vital sign setiap 1 jam
3. Tempatkan
bayi di incubator
S : -
O :
ü Bayi
terlihat diberi PASI i 3x20 cc/7 jam
dengan dot
ü Terlihat
reflek menelan lmulai kuat
ü Hasil
GDS: 60 mg/dl
A :
Masalah teratasi sebagian
P :
pertahankan Intervensi 1,2 dan 3
1. Kaji
pemberian ASI/PASI
2. Observasi
reflex rooting dan asupan dari pasien
3. Ukur
glukosa darah sewaktu
S
: -
O
:
ü Popok
sudah diganti dengan yang bersih, bayi terlihat wangi dan rapi.
ü Obat
injeksi Pycin 75 gram
A :
masalah teratasi sebagian
P :
Pertahankan Intervensi 2 dan 5
2.
Ganti popok setiap kali basah.
5.
Kolaborasi dengan dokter pemberian
antibiotic
.
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar