RESUME KEPERAWATAN
Nama
mahasiswa :
Tanggal
Tempat :
Nama
pasien : Tn. I
Diagnosa
medis : DEMAM
THYPOID
DIAGNOSA KEPERAWATAN (
Yang diatasi):
|
DATA
|
MASALAH
|
ETILOGI
|
|
Data Subyektif: klien merasakan panas dingin
(
demam )
Data Obyektif: S: 380C
Klien
menggigil, klien memakai selimut, klien teraba panas, mukosa bibir mulai mengering
|
Reaksi
peradangan pada saluran cerna
|
hipertermi
|
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
|
NO
|
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
|
PERENCANAAN
|
||
|
|
|
TUJUAN
|
INTERVENSI
|
|
|
NOC
|
NIC
|
|||
|
|
Hiperthermi
b/d reaksi
peradangan pada
sal cerna
|
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 X 24 jam pasien
menunjukkan :
Suhu tubuh
dalam batas normal de
ngan kriteria
hasil:
v Suhu 36 – 37 0 C
v Nadi dan RR dalam rentang normal
v Tidak ada
perubahan warna kulit dan tidak ada pusing, merasa nyaman
|
Thermo
regulasi
|
§ Monitor suhu sesering mungkin
§ Monitor warna dan suhu kulit
§ Monitor
tekanan darah, nadi dan RR
§ Monitor penurunan tingkat kesadaran
§ Monitor WBC, Hb, dan Hct
§ Monitor intake dan output
§ Berikan anti piretik:
§ Berikan cairan intravena
§ Tingkatkan sirkulasi udara
§ Monitor
hidrasi seperti turgor kulit, kelem
baban membran mu
kosa)
|
TINDAKAN YANG DILAKUKAN
a) Memonitor suhu sesering mungkin.
b)
memantau suhu lingkungan, batasi atau tambahkan linen
tempat tidur sesuai indikasi.
c)
Meberikan
kompres hangat
d) Memberikan anti piretik (
paracetamol 500mg).dan memberikan cairan intravena ( RL:20tpm)
1. Tujuan
tindakan yang dilakukan: Suhu tubuh
pasien dalam batas normal
2. Pathways
antara masalah yang muncul dengan tindakan yang dilakukan(kemampuan
menganalisa)
|
a.
memonitor suhu klien
b. memantau suhu lingkung
an, batasi atau
tambahkan linen tempat tidur sesuai indikasi
c.
memberikan kompres hangat
d.
memberikan parasetamol 500mg
dan memberikan cairan intravena (rl 20 tpm)
|
a. Suhu 38°C sampai 41°C menunjukkan proses
peningkatan infeksius akut.
b. Suhu ruangan atau jumlah selimut harus
dirubah, mempertahankan suhu mendekati normal
c.
Dapat membantu mengurangi demam
d.
Untuk mengurangi demam dengan
aksi sentralnya hipotalamus
|
Makanan terkontaminasi salmonella
Mulut
HCL (lambung
Hidup
tidak hidup
usus terutama plag peyer
kuman mengeluarkan endotoksin
Bakteiema primer
Difogosit Tak
difogosit
Mati
bakteriema sekunder
Pembuluh darah kapiler Usus halus Hipotalamus
Hepar
Procesia Tidak peradangan menekan hipotasplenom
pada kulit hiperemi termoreguler
Malababsorbsi nutrien
Hipertermi
3. Evaluasi
hasil
S : klien mengatakan sudah tidak
demam
O : Sà37.30C
Indicator
thermoregulasi
v Suhu 36 – 37 0 C
v Nadi dan RR
dalam rentang normal
v Tidak ada
perubahan warna kulit dan tidak ada pusing, merasa nyaman
A :masalah klien teratasi
P : observasi terjadi kekambuhan,pertahankan
kondisi klien sekarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar