RESUME KEPERAWATAN
Nama
mahasiswa :
Tanggal :19-4-2016
Tempat : RSUD
Nama
pasien : NY. K
Diagnosa
medis : CRF
DIAGNOSA KEPERAWATAN (
Yang diatasi):
|
DATA
|
MASALAH
|
ETILOGI
|
|
Data Subyektif:
-
Klien mengatakan nafas terasa sesak.
- klien mengatakan sesak nafas jika O2 dilepas.
- klien
mengatakan batuk tetapi tidak ada dahak
Data Obyektif:
-
klien
tampak bernafas mengunakan
- Terpasang nasal kanul 3L/mnt
- Kesadarannya
compos mentis, GCS 14.
Klien merasakan badannya lemes
TD pre HD : 159/ 83mmHg
TD post HD: 150/79mmHg
RR: 26x/menit
HR: 78x/menit
S:36°C
|
Pola nafas tidak efektif
|
Depresi pusat pernafasan
|
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
|
NO
|
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
|
PERENCANAAN
|
||
|
|
|
TUJUAN
|
INTERVENSI
|
|
|
NOC
|
NIC
|
|||
|
|
Pola Nafas tidak efektif
berhubungan dengan depresi pusat pernafasan
|
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 1x24 jam pasien menunjukkan keefektifan pola nafas, dibuktikan dengan kriteria
hasil:
vMendemonstrasikan batuk efektif
dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu
mengeluarkan sputum, mampu bernafas dg mudah, tidakada pursed lips)
vMenunjukkan
jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi
pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)
vTanda Tanda
vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernafasan)
|
Respiratory Status : Gas exchange
v Respiratory
Status : ventilation
v Vital Sign
Status
|
Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
· Pasang mayo bila perlu
· Lakukan fisioterapi dada jika perlu
· Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
· Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
· Berikan bronkodilator
· Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab
· Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.
· Monitor respirasi dan status O2
v Bersihkan mulut, hidung dan
secret trakea
v Pertahankan
jalan nafas yang paten
v Observasi
adanya tanda tanda hipoventilasi
v Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi
v Monitor vital sign
v Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tehnik relaksasi untuk
memperbaiki pola nafas.
v Ajarkan bagaimana batuk efektif
v Monitor pola nafas
|
TINDAKAN YANG DILAKUKAN
a.
Memposisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi yaitu
posisi semifowler dan memberikan O² 3 lpm
b.
Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
c.
Mengajarkan pasien batuk efektif dan nafas dalam.
d.
Membatasi pasien untuk beraktivitas
1. Tujuan
tindakan yang dilakukan:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam pasien menunjukkan keefektifan pola nafas
2. Pathways
antara masalah yang muncul dengan tindakan yang dilakukan(kemampuan
menganalisa)
3.
posisi semifowler dan memberikan O²
3 lpm
Ø
mengatur posisipasien semifowler dan
memberikan O² 3 lpm : Mencegah terjadinya sesak nafas
Ø Melakukan
auskultasi bunyi nafas, catat adanya crakles : Menyatakan adanya pengumpulan sekret
Ø
Mengajarkan
pasien batuk efektif dan nafas dalam : Membersihkan jalan nafas dan memudahkan aliran
O2
Ø Membatasi
pasien untuk beraktivitas : Mengurangi beban kerja dan mencegah terjadinya
sesak atau hipoksia
4. Evaluasi
hasil
S : Klien
mengatakan lemes
O : Kesadarannya
compos mentis, GCS 14.
Klien
merasakan badannya lemes
TD pre HD
: 159/ 83mmHg
TD post HD:
150/79mmHg
RR:
26x/menit
HR:
78x/menit
S:36°C
Urea
197 mg/dl
Creatinin
8,46 mg/dl
Kedua kaki
edema
A: Pola Nafas tidak efektif berhubungan dengan depresi
pusat pernafasan teratasi sebagian
P : Lanjutkan
intervensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar