FORMAT
SATUAN
ACARA PENYULUHAN
Diagnosa Kep. : Resiko terjadinya cedera berhubungan dengan
kurangnya
pengetahuan tentang penanganan penyakit DM
dan ketidak-
mampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan
penyakit DM
Pokok
Bahasan : Perawatan diri penderita / pengidap penyakit DM
Sub
Pokok Bahasan : Perawatan kaki bagi penderita Diabetes Mellitus
Sasaran : Tn. O dan keluarga
Waktu : 20 Menit
Pertemuan
Ke : 1
Tanggal : 18 Desember
2005
Tempat : Jln. Pasirluyu No.139 RT.04 RW.05
Penyuluh : Dadi Setiawan
I.
Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan,
sasaran mampu memahami tentang perawatan
kaki yang baik dan benar.
II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penjelasan selama 20 menit diharapkan
sasaran dapat :
1.
Mengetahui
tentang pengertian diabetes mellitus.
2.
Mengetahui
tujuan perawatan pada kaki.
3.
Menyadari
bahaya jika tidak melakukan perawatan kaki.
4.
Mengetahui
upaya untuk menghindari terjadinya luka.
5.
Melakukan
secara mandiri perawatan kaki di rumah
III.
Garis Besar Materi Belajar
1.
Pengertian
diabetus militus
2.
Tujuan
perawatan pada daerah kaki
3.
Bahaya
tidak melakukan perawatan kaki.
4.
Upaya-upaya
menghindari terjadinya luka
IV Kegiatan Belajar Mengajar
A.
Kegiatan Pra Pembelajaran
1.
Mempersiapkan
materi, media dan tempat
2.
Kontrak
waktu
B.
Membuka Pembelajaran
1.
Memberi
salam
2.
Perkenalan
3.
Menjelaskan
pokok bahasan
4.
Menjelaskan
tujuan
C.
Kegiatan inti
1.
Menjelaskan
tentang pengertian diabetes mellitus
2.
Menjelaskan
tentang tujuan perawatan kaki
3.
Menjelaskan
bahaya jika tidak melakukan perawatan kaki
4.
Memberikan
penjelasan tentang upaya-upaya menghindari tejadinya luka
D.
Penutup
1.
Menyimpulkan
materi yang sudah di siapkan
2.
Mengucapkan
terimakasih kepada keluarga Ny. O dan keluarganya.
V.
Metoda
· Ceramah
·
Tanya-jawab
·
Demontrasi
VI.
Media
·
Leaflet
·
Lembar
Balik
·
Alat-alat
yang dipakai pada saat demontrasi
VII.
Evaluasi
·
Prosedur : Post test
·
Jenis
tes : Uji
keterampilan dan tanya jawab
VIII.
Sumber
-
Dr.Hendra
Utama 1991, Ilmu Penyakit Dalam
-
Barbara
C.Long, 1996; Perawatan Medikal Bedah,
-
Brunner
dan Suddarth, 2002; “Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah“ EGC, Jakarta
-
Morison,
Moya J., Seri Pedoman Praktis Manajemen luka, EGC Kedokteran, Jakarta, 2004.
IX. Lampiran
·
Materi
·
Post
Test
·
Leaflet
Lampiran
Materi
A.
1. Pengertian Diabetes Melitus
Diabetes adalah
bahasa Yunani yang berarti mengalirkan/mengalihkan. Mellitus adalah kata latin
untuk madu atau gula. Jadi Diabetes Mellitus adalah penyakit dimana seseorang
mengeluarkan/mengalirkan sejumlah urine yang terasa manis. Hal ini terjadi
karena peningkatan kadar gula dalam darah yang lebih tinggi dari batas normal:
60 s.d 145 mg/dl (Elizabeth,
J.Corwin, 2001:542).
2. Pengertian Perawatan Diri bagi Penderita Diabetes
Mellitus.
Perawatan diri bagi
penderita DM adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh klien atau keluarga untuk
mempertahankan kondisi penderita agar tetap optimal.
3. Mengapa penyakit DM terjadi?
Belum ada penyebab
yang pasti, tapi faktor-faktor di bawah ini menunjang pada kejadian penyakit
DM:
a.
Usia
di atas 65 tahun
b.
Obesitas
(BB berlebih)
c.
Genetik
(Keturunan)
d.
Penyakit
pada pancreas
e.
Faktor
imunologi (daya tahan tubuh)
f.
Faktor
lingkungan dan gaya
hidup
4. Jenis-jenis penyakit DM
Penyakit DM
dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
- DM yang tergantung insulin
- DM yang tidak tergantung insulin
- DM karena kehamilan
- DM karena sebab yang lainnya
5. Apa yang harus dilakukan?
Ada 3 hal yang harus diperhatikan
dan harus dilakukan, jika anda hidup dengan DM, yaitu:
- Disiplin dalam berdiit
- Olah raga secara teratur
- Penggunaan obat-obatan sesuai dengan petunjuk dokter.
Selain hal tersebut
di atas anda juga memerlukan keterampilan dan perawatan/pencegahan dampak lebih
lanjut dari penyakit DM, seperti: perawatan kaki dan pencegahan dampak terhadap
mata.
6. Bagaimana cara mengenal penyakit DM?
Penyakit DM dapat
dikenali atau diketahui dengan memperhatikan tanda dan gejala yang timbul dan
dirasakan. Tanda dan gejala yang khas yaitu “3P” sebagai berikut:
- Poliphagi (sering lapar/makan terus)
- Polidipsi (sering haus)
- Poliuri (sering BAK)
Tanda dan gejala
tersebut akan terus bertambah dan meluas (mengganggu bagian tubuh yang lainnya)
apabila DM tidak dirawat atau diobati.
7. Bagaimana jika tidak diobati?
Jika penyakit DM
tidak dikendalikan atau tidak diobati, maka akan terjadi penyakit-penyakit
lainnya sebagai akibat dari DM, yaitu:
a.
Ketoasidosis
(hilangnya kesdaran karena gula darah meningkat sangat drastis).
b.
Hipoglikemia
(munculnya gejala seperti keringat dingin, lemas dan pingsan karena penurunan
kadar gula darah dengan drastis).
c.
Penyakit
jantung.
d.
Gangguan
kulit (luka sukar sembuh, sensasi rasa berkurang).
e.
Gagal
ginjal.
B.
Tujuan Perawatan Kaki
Ø Agar penderita dapat
mempertahankan kondisi tubuhnya dengan optimal
Ø Mencegah komplikasi akut dan
kronis.
Ø Meningkatkan kualitas hidup.
C.
Bahaya Jika Tidak Melakukan Perawatan
Kaki
- Terjadi injury / cedera / luka
- Dapat menyebabkan komplikasi
- Terganggunya aktivitas
- Perubahan fungsi organ
D.
Cara – Cara Perawatan kaki
Ø Persiapan alat
1)
Air Hangat dan Sabun
2)
Waskom 2 buah
3)
Handuk lembut
4)
Kaus Kaki yang bersih
5)
Gunting Kuku
6)
Bedak untuk kaki atau Bedak Bayi
7)
Lanoli atau pelembab
8)
Sepatu atau Sandal yang lembut
Ø Langkah – Langkah
UPAYA-UPAYA
UNTUK MENGHINDARI TERJADINYA LUKA
- Cuci jari kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun. Perhatikan agar selalu mencuci sela-sela jari. Jangan merendam kaki terlalu lama
- Keringkan kaki dengan baik dengan cara menepuk perlahan-lahan dengan handuk lembut. Keringkan dengan baik ruang sela jari untuk mencegah tumbuhnya jamur.
- Periksa kaki setiap hari untuk melihat adanya lepuhan, lecet, garukan, perubahan warna kulit, kalus dan kuku ibu jari yang tumbuh ke dalam. Konsultasi ke dokter bila timbul salah satu tanda di atas.
- Gantilah setiap hari kaus kaki atau stocking dengan yang baru dan bersih. Gunakan kaos kaki yang lembut dan dapat menyerap keringat
- Jangan memakai sepatu tanpa kaos kaki. Jaga agar kaki selalu hangat dan kering. Pakailah sepatu yang lembut sehingga memungkinkan kulit kaki untuk bernafas.
- Potonglah kuku dengan lurus. Kikir pinggir-pinggirnya dengan halus. Hindari memotong kuku terlalu dalam
- Jagalah kelembutan kulit tungkai dan telapak kaki dengan mengoleskan lanoli atau pelembab, tetapi jangan mengoleskan di bagian sela-sela jari. Jangan gunakan vaselin. Apabila cenderung berkeringat banyak, taburi kaki dengan bedak untuk kaki atau bedak bayi.
- Periksa bagian dalam sepatu (sebelum digunakan) dari adanya batuan-batuan kecil atau benda lainnya yang mungkin bisa mengiritasi kulit.
- Jangan berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Pakailah alas kaki (sepatu dan sandal) yang pas sesuai dengan ukuran kaki dan enak dipakai.
LAMPIRAN POST TEST
1.
Sebutkan
pengertian diabetes mellitus ?
2.
Sebutkan
tujuan dari perawatan kaki ?
3.
Sebutkan
dua dari empat bahaya jika tidak melakukan perawatan ?
4.
Sebutkan
minimal 3 upaya untuk menghindari terjadinya luka ?
LEMBAR OBSERVASI
|
No
|
Langkah-langkah
Kegiatan
|
Pelaksanaan
|
|
|
Ya
|
Tidak
|
||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1.
|
Mencuci jari kaki dengan air
hangat dan sabun
|
|
|
|
2.
|
Mengeringkan kaki dengan
baik dengan cara menepuk perlahan-lahan dengan handuk lembut. Keringkan
dengan baik ruang sela jari untuk mencegah tumbuhnya jamur.
|
|
|
|
3.
|
Menggunakan kaos kaki yang
lembut dan dapat menyerap keringat
|
|
|
|
4.
|
Memotong kuku dengan lurus
|
|
|
|
5.
|
Mengoleskan lanoli atau
pelembab, di kulit tungkai dan telapak kaki
|
|
|
|
6.
|
Memeriksa bagian dalam
sepatu (sebelum digunakan)
|
|
|
Ket : Berilah tanda (ü) jika sasaran melakukan
tahapan tersebut diatas !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar