Sabtu, 10 Desember 2016

RENPRA RDS



J.      DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Pola nafas tidak efektif b.d imaturitas (defisiensi surfaktan dan ketidak-stabilan alveolar).
2.      Hipotermia b.d berada di lingkungan yang dingin
3.      Resiko infeksi b.d Prosedur Infasif


K.    INTERVENSI KEPERAWATAN
NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
NOC
NIC
1
Pola nafas tidak efektif b.d imaturitas (defisiensi surfaktan dan ketidak-stabilan alveolar).

Status Respirasi :
Ventilasi (0403) :
1.      Tidak bernafas mengguna-kan otot pernafasan tambahan
2.      Pernafasan 25 - 60 kali per menit

Batasan karakteristik:
a.       Pernapasan pasien 30-60X/menit.
b.      Pengembangan dada simetris.
c.       Irama pernapasan teratur
d.      Tidak ada retraksi dada saat bernapas
e.       Inspirasi dalam tidak ditemukan
f.       Saat bernapas tidak memakai otot napas tambahan
g.      Bernapas mudah
h.      Tidak ada suara napas tambahan




Manajemen Jalan Nafas (3140) :
a.       Bebaskan jalan nafas dengan posisi leher ektensi jika memungkinkan.
b.      Posisikan klien untuk memaksimalkan ventilasi dan mengurangi dispnea
c.       Auskultasi suara nafas
d.      Monitor respirasi dan status oksigen

Monitor Respirasi (3350) :
b.      Monitoring kecepatan, irama, kedalaman dan upaya nafas.
c.       Monitor pergerakan, kesimetrisan dada, retraksi dada dan alat bantu pernafasan
d.      Monitor adanya cuping hidung
e.       Monitor pola nafas : bradipnea, takipnea, hiperventilasi, respirasi kusmaul, apnea
f.       Monitor adanya lelemahan otot diafragma
g.      Auskultasi suara nafas, catat area penurunan dan ketidak adanya ventilasi dan bunyi nafas






NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
NOC
NIC
2
Hipotermia b.d berada di lingkungan yang dingin

Termoregulasi Neonatus (0801) :
a.    Suhu axila 36-37˚ C
b.    Warna kulit merah muda

Batasan karakteristik:
1.      Penurunan suhu tu-buh di bawah ren-tang normal
2.      Pucat
3.      Menggigil
4.      Kulit dingin
5.      Dasar kuku sianosis
6.      Pengisian kapiler lambat

Pengobatan Hipotermi (3800) :
a.       Pindahkan bayi dari lingkungan yang dingin ke dalam lingkungan / tempat yang hangat (didalam inkubator)
b.      Segera ganti pakaian bayi yang dingin dan basah dengan pakaian yang hangat dan kering, berikan selimut.
c.       Monitor gejala dari hopotermia : fatigue, lemah, apatis, perubahan warna kulit
d.      Monitor intake dan output












NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
NOC
NIC
3
Resiko infeksi b.d
Batasan karakteristik:
1.      Prosedur Infasif
2.      Ketidakcukupan pengetahuan untuk menghindari paparan patogen
3.      Trauma
4.      Kerusakan jaringan dan peningkatan paparan lingkungan
5.      Ruptur membran amnion
6.      Agen farmasi (imunosupresan)
7.      Malnutrisi
8.      Peningkatan paparan lingkungan patogen
9.      Imonusupresi
10.  Ketidakadekuatan imum buatan
11.  Tidak adekuat pertahanan sekunder (penurunan Hb, Leukopenia, penekanan respon inflamasi)
12.  Tidak adekuat pertahanan tubuh primer (kulit tidak utuh, trauma jaringan, penurunan kerja silia.
Immune Status, Knowledge : Infection control, Risk control

Kriteria Hasil :
1.    Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi
2.    Mendeskripsikan proses penularan penyakit, factor yang mempengaruhi penularan serta penatalaksanaannya,
3.    Menunjukkan kemampuan untuk mencegah timbulnya infeksi
4.    Jumlah leukosit dalam batas normal
5.    Menunjukkan perilaku hidup sehat
Infection Control (Kontrol infeksi)
1.    Bersihkan lingkungan setelah dipakai pasien lain
2.    Pertahankan teknik isolasi
3.    Batasi pengunjung bila perlu
4.    Instruksikan pada pengunjung untuk mencuci tangan saat berkunjung dan setelah berkunjung meninggalkan pasien
5.    Gunakan sabun antimikrobia untuk cuci tangan
6.    Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan kperawtan
7.    Gunakan baju, sarung tangan sebagai alat pelindung
8.    Pertahankan lingkungan aseptik selama pemasangan alat
9.    Ganti letak IV perifer dan line central dan dressing sesuai dengan petunjuk umum
10.             Gunakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi kandung kencing
11.             Tingktkan intake nutrisi
12.             Berikan terapi antibiotik bila perlu

Infection Protection (proteksi terhadap infeksi)
1.   Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal
2.   Monitor hitung granulosit, WBC
3.   Monitor kerentanan terhadap infeksi
4.   Batasi pengunjung
5.   Saring pengunjung terhadap penyakit menular
6.   Partahankan teknik aspesis pada pasien yang beresiko



Tidak ada komentar:

Posting Komentar